Minggu, 05 Oktober 2014

ALCOTUFF ACP

A PREMIUM ACP FOR PREMIUM BUILDINGS
Alcotuff is a heavy duty aluminium composite panel with excellent properties, combining fire safety with great aesthetics.

This remarkable product offering a wide range of architectural solution for you to create a new image for you corporate office, public buildings, gas stations, hotels, car showrooms, banks, and many others.
Alcotuff is composed of a Fire Resistant Core sandwiched between two architectural aluminium sheets, front side which is coated with X-Tra Durable PVDF (Polyvinyldenefluoride) and/or FEVE ( Fluoroethlyne Vinyl Either), back side is a polyester.

Using DUPONT adhesives with a co-extrusion process, one of the very few in the world due to high tech / capital machinery costs. Alcotuff has superior panel adhesion over the more common adhesive film lamination process.

With a simpe and quick intallation including wide selection of colors and sizes, it can also quickly turn old tire buildings into a brand new exciting look!

Surface Coating Thickness
Front side minimum 25 microns
Back side 7 microns
all washed and chromated











MATERIALS                                                               DIMENSION                     
Front Side                                                                  Thickness
Architectural aluminium series                                   4mm (Standard)
0,5mm - Coated with PVDF and/or FEVE
Core                                                                            Width
Fire retarding minerals & PE composite                     1220 (Standard)
                                                                              1000 to 1570mm (Upon request)
Back Side                                                                   Length
Architectural aluminium series   0,5mm -                   4880mm (Standard)
coated with polyester                                               Special lengths upon request


PRODUCT FEATURES

FIRE RESISTANT
Alcotuff core contains fire retarding composite material of the highest degree developed with propiertary technology. It confomrs to the fire safety requirements according to USA ASTM E-84, British Standards BS476 and Germany DIN 4102 Standards.

FADE RESISTANT
Using the best coating material of PVDF or PEVE specified resin level controlled, and a quality multiple dip roller coating and backing process, Alcotuff ensures color uniformity and has the ability to retard color fading for a long period in outdoor condition.

EASY CLEANING

With special request, we can produce Alcotuff with easy cleaning characteristic by applying special lacquering coating which leads to an easy-to-clean characteristic to the surface. There exist some nano named easy cleaning products which do not actually last more than a year. Alcotuff's Easy Cleaning type is durable and will last for years.  

STAIN RESISTANT
Installed and sealed with our Seales with our SealTuff sealent developed with Kaneka Japan inputs and material, it will prevent the common problems of black strips staining from poor quality sealants ot silicone for a long period.

**SAB**
Simply The Best 


Sabtu, 04 Oktober 2014

Selamat Hari Raya Idul Adha 1435 H

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Segenap keluarga besar Signboard Advertising Bandung ( SAB Group ) mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 1435 H .

"Maka tatkala anak itu ( Nabi Ismail A.S) sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalm mimpi bahwa aku menyembelihmu", maka fikirkanlah apa pendapatmu? Ia menjawab: Hai bapakku, kerjakanlan apa yang diperintahkan kepadamu, Insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar (QS-As Saffat 102)

Semoga kita dapat mencontoh pengorbanan yang sempurna seperti Nabi Ibrahim A.S. demi mengharapkan keridhoan Allah SWT, diberi ketaatan & kesabaran seperti Nabi Ismail A.S, diberi keikhlasan seperti Siti  Hajarserta diberi keridhoan dari junjungan kita Nabi Muhammad S.A.W


Wassalamu'alaikum Wr. Wb

Minggu, 24 Agustus 2014

Perjanjian Kerjasama Ekonomi Rusia Indonesia 2014

UC Rusal, produsen alumunium berskala global, mengumumkan penandatanganan nota kesepakatan (Memorandum of Understanding/MOU) dengan PT Arbaya Energi, anak usaha Satmarindo Group untuk melakukan eksplorasi bauksit dan memproduksi alumina di Kalimantan Barat.

Kerja sama dua pihak tersebut ditandatangani CEO Rusal Oleg Deripaska dan Direktur Utama PT Arbaya Energi Suryo B. Sulistyo pada acara Kerjasama antar Pemerintah Rusia dan Indonesia dalam Bidang Perdagangan, Ekonomi, dan Teknik di Jakarta, Selasa 25 Februari 2014.

Nota kesepakatan itu akan ditindaklanjuti dengan pembicaraan detail terkait teknis pelaksanaan investasi tersebut. Pada tahap pertama, kedua belah pihak sepakat untuk mengucurkan investasi demi membangun sejumlah infrastruktur yang memadai untuk merealisasikan kerja sama tersebut.

Dalam keterangan tertulis yang diterima VIVAnews, Rabu 26 Februari 2014, Deripaska menjelaskan bahwa Rusal  sangat senang bekerja sama dengan PT Arbaya Energi dalam mengeksplorasi dan melakukan aktivitas tambang bauksit serta memproduksi alumina di Indonesia.

Menurut Deripaska, bahwa perusahaannya sangat berminat untuk melakukan ekspansi ke wilayah Asia Tenggara sejak lama. Karena Rusal melihat bahwa pasar Asia Tenggara memiliki keunggulan tersendiri di dunia pertambangan global. "Langkah ini akan menjadi pijakan yang baik bagi bisnis kami secara global,” ujar Deripaska.

Dalam lawatan bisnisnya tahun lalu, ia melanjutkan, Rusal telah mengemukakan keinginannya untuk berinvestasi di Indonesia. Rusal kala itu sedang mencari partner strategis mitra nasional yang dapat diajak bekerja sama demi mewujudkan investasi tambang bauksit dan memproduksi alumina di Indonesia.

Keinginan untuk menanamkan investasi di Indonesia, menurut Deripaska, dilatarbelakangi oleh kenyataan pertambangan di Indonesia telah mengalami perkembangan yang luar biasa dalam beberapa tahun belakang ini. "Indonesia telah menjadi negara penghasil bauksit terbesar ketiga di dunia," kata dia.

Direktur Utama PT Arbaya Energi, Suryo B. Sulistyo, menyambut baik kerja sama dengan Rusal yang merupakan salah satu perusahaan aluminium terbesar di dunia. Ia meyakini kerja sama ini akan menaikkan posisi Indonesia di mata industri pertambangan dunia. Langkah ini sekaligus mendukung kebijakan pemerintah dalam membentuk industri pengolahan nasional berskala internasional.

"Kami berharap kerja sama ini mampu menyumbang nilai tambah yang signifikan untuk sektor pertambangan nasional dan kemajuan masyarakat Indonesia,” kata Suryo. Sumber: vivanews 

Kamis, 07 Agustus 2014

Desain Bandara Kertajati ( BIJB ) , Terindah Di Dunia



Pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kertajati, Kabupaten Majalengka, memasuki tahap desain. Model bangunan akan dibuat seperti burung merak atau pohon jati.
Untuk membahas hal tersebut, Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan (Aher), melakukan pertemuan dengan berbagai pihak terkait di Gedung Sate, Kota Bandung, Kamis (7/8/2014).
Secara umum, Aher menginginkan BIJB dibangun dengan konsep green building. Teknologi pencahayaan menggunakan energi matahari. Demikian halnya untuk air bersih yang menggunakan teknologi kelistrikan yang efisien.
BIJB, lanjut Aher, akan menorehkan catatan manis. Sebab bandara tersebut akan dikelola BUMD bekerja sama dengan pihak lain. Sehingga keuntungan mayoritas akan mengalir ke kas daerah.
“Kalau jadi ini jadi sejarah baru karena semua bandara di Indonesia dikelola tunggal,” ujar Aher.  Dengan berbagai usulan yang disampaikan, diharapkan BIJB menjadi bandara berkelas tak hanya di Indonesia, namun juga di tingkat dunia. “Mudah-mudahan menjadi bandara terindah di Indonesia, bahkan di dunia," harapnya. Sementara itu terkait dana pembangunan BIJB, ada empat opsi anggaran, yakni Rp4,7 triliun, Rp4,2 triliun, Rp6,23 triliun, dan Rp3,69 triliun. Sumber dana sendiri bisa berasal dari APBN, APBD, dan swasta.
“Tadi sudah dipaparkan mengenai pembiayaan alternatif dan modelnya juga,” jelas Aher. Namun pembahasan seputar pembangunan dan pengelolaan BIJB masih perlu dilakukan lebih lanjut. Sumber:okezone

Pelantikan Anggota DPRD Kota Bandung



Sebanyak 50 anggota DPRD Kota Bandung periode 2014-2019 dilantik hari Selasa (5/8/2014). Pelantikan digelar di Ruang Paripurna DPRD Kota Bandung Jalan Sukabumi.

Dari data yang berhasil dihimpun, sebanyak 50 kursi tersebut diisi 12 anggota dari PDIP, Gerindra (7 kursi), Golkar, Demokrat, PKS, dan Hanura masing-masing 6 kursi, Nasdem (4 kursi), PPP (2 kursi), dan PKB sebanyak 1 kursi.

Inilah nama-nama anggota DPRD Kota Bandung periode 2014-2019 sesuai Surat Keputusan KPU Kota Bandung Nomor:27/Kpts/KPU-Kota-011.329135/Tahun 2014 yang ditetapkan di Kota Bandung pada 13 Mei 2014.

PDIP
1. Rieke Suryaningsih
2. Willy Kuswandi
3. Riantono
4. Herman Budiono
5. Achmad Nugraha
6. Aries Supriatna
7. Sutaya
8. Kusmana
9. Iwan Darmawan
10. Isa Subagja
11. Folmer Siswanto Maruhum Silalahi
12. Troyadi Ginanda Lukas

Gerindra
1. Deni Wahyudin
2. Hasan Faozi
3. Kurnia Solihat
4. M Al Haddad
5. Edi Haryadi
6. Arif Hamid Rahman
7. Rizqy Wijaya

Demokrat
1. Erwan Setiawan
2. Aan Andi Purnama
3. Dede Hermawansyah
4. Entang Suryaman
5. Agus Gunawan
6. Tomtom Dabbul Qomar

Golkar
1. Sofyanudin Syarif
2. Nenden Sukaesih
3. Jhonny Hidayat
4. Tatang Suratis
5. Rizal Khairul
6. Edwin Senjaya

Hanura
1. Agus Cahyana
2. Ade Fahruroji
3. J. Jhonson Panjaitan
4. Endun Hamdun
5. Deden Deni Gumilar
6. Gagan Hermawan

PKS
1. Endrizal Nazar
2. Salmiah Rambe
3. Teddy Setiadi
4. Haru Suandharu
5. Tedy Rusmawan
6. Yudi Cahyadi

Nasdem
1. Uung Tanuwidjaja
2. Dudy Himawan
3. Rendiana Awangga
4. Asep Sudrajat

PPP
1. Yusup Supardi
2. Zaenal Mutaqin

PKB
1. Asep Mahyudin

SELAMAT & SUKSES SELALU

Kamis, 26 Juni 2014

Penentuan Awal Ramadhan 1435

Kalendar Islam merupakan kalendar Bulan atau kalendar Qamariah murni. Pada zaman Rasullah pengamatan hilal merupakan cara penentuan awal Bulan Islam dan sekaligus merupakan sumber nilai awal "kriteria yang perlu dirujuk" dalam merekonstruksi sebuah kalendar Islam.
Awalnya kalendar Hijriah umat Islam mempergunakan hisab Urfi yang dikenalkan oleh Khalifah Umar bin Khaththab (17 H or 639 CE). Hisab Urfi merupakan tahapan yang perlu dilalui dan menjadi pelajaran bagi umat Islam, karena ibadah Ramadan dan ibadah Haji merupakan kewajiban ibadah yang tidak bisa menunggu sosok kalendar Islam yang "sempurna". Awal Bulan tidak lagi ditentukan lewat rukyat maupun hisab hakiki (menghitung langsung posisi Bulan dan Matahari). Cara semacam ini merupakan cara yang "relatif presisi" pada zamannya. Hisab Urfi merupakan upaya operasional untuk mengetahui awal bulan Islam tanpa mempergunakan pengetahuan tentang posisi Bulan dan Matahari seperti yang dijadikan landasan kalendar taqwim standard maupun kriteria visibilitas hilal. Pemahaman tentang penentuan posisi Bulan dan hilal melewati zaman pandangan "model geosentris" maupun "model heliosentris" alam semesta. Persepsi umat manusia terhadap langit dan benda langit yang dikenal pada waktu itu masih sangat kompleks dan meragukan. Kini model alam semesta tersebut telah lebih sempurna, pengetahuan posisi Bulan yang presisi telah tersedia, sains tentang hilal juga telah berkembang sehingga kontinuitas "jiwa" tradisi rukyat umat Islam sejak zaman Rasulullah dapat diwujudkan dalam hisab imkanur rukyat.
Saat ini umat Islam berada dalam transisi menuju sebuah kalendar dengan hisab hakiki yang presisi dalam mendiskripsikan "hilal". Cara penetapan awal bulan Islam melalui Hisab dan Rukyat merupakan cara yang lebih baik, hisab hakiki untuk mendiskripsikan posisi yang akurat, memandu rukyat, waktu dan posisi saat rukyat akan dilakukan. Karena kalau penentuan awal Bulan ditentukan murni rukyat dalam suasana mendung bisa istikmal terus menerus sehingga bisa mengganggu jumlah hari dalam satu bulan Islam, hanya 29 atau 30 hari saja.
Rukyat diperlukan untuk menetapkan kriteria visibilitas hilal yang lebih presisi. Rukyat hilal terutama untuk daerah batas ambang visibilitas hilal yang diketahui manusia akanberkontribusi pemahaman tentang visibilitas hilal.
Perlunya mendudukkan kembali "hilal sebagai acuan awal Bulan Islam" dalam perspektif rukyat dan hisab. Keragaman kriteria visibilitas hilal yang dipergunakan dalam hisab hakiki, merupakan indikasi dari pemahaman sains hilal yang masih perlu terus dikembangkan dan perlu adanya kesepakatan untuk menjamin kebersamaan dan ketertiban dalam beribadah maupun berhari Raya.
Kalendar Islam taqwim standar, menjadi acuan Negara, kalendar tersebut dihitung mempergunakan hisab hakiki dengan kriteria 2-3-8, tinggi Bulan 2 derajat pada saat Matahari terbenam, jarak sudut Bulan dan Matahari 3 derajat atau usia 8 jam setelah ijtimak. Begitupula hisab hakiki yang presisi dipergunakan ormas Islam di Indonesia, penggunaan kriteria yang berbeda akan menghasilkan penetapan awal Bulan Islam (tidak hanya awal Ramadan, Syawal maupun Dzulhijjah) yang berbeda.
Kriteria 2-3-8 dipergunakan sebagai kriteria kebersamaan dalam menetapkan awal Bulan Islam di wilayah regional, Negara – Negara MABIMS (Brunei, Indonesia, Malaysia dan Singapura) Langkah kesepakatan kriteria kebersamaan tidak terhenti dalam kriteria 2-3-8, negara anggota telah mengevaluasi kriteria 2-3-8 tersebut dengan hasil rukyat sabit bulan setelah konjungsi atau ijtimak yang tidak berhasil maupun yang berhasil dilihat setelah matahari terbenam atau dengan hasil rukyat diberbagai tempat. Wakil Negara MABIMS pada pertemuan di Jakarta pada tanggal 21 – 23 Mei 2014 telah memberi kritik bahwa kriteria tersebut tidak memenuhi kriteria visibilitas fisik hilal setelah melakukan pengamatan hilal dan kajian kriteria visibilitas hilal. Selain itu dalam pertemuan tersebut juga disampaikan saran – saran agar kriteria 2-3-8 tersebut diubah atau disesuaikan dengan kriteria visibilitas fisik hilal. Walaupun kriteria visibilitas fisik hilal yang diusulkan untuk keperluan kriteria awal bulan Islam masih bervariasi (tidak unik), kajian menyeluruh (komprehensif) serta persiapan perubahan kriteria perlu terus dilakukan sebelum diambil kesepakatannya. Naskah akademik juga perlu disiapkan dalam 2 tahun ke depan, mengingat perjalanan "yang relatif panjang" masih akan ditempuh untuk penyatuan kalendar Islam dalam kawasan Nasional, Regional, Internasional.

Ijtimak dan Gerhana Matahari
Umat Islam sepakat bahwa penentuan awal bulan Islam di dahului dengan fenomena ijtimak atau konjungsi, kedudukan Bulan dan Matahari pada bujur ekliptika yang sama. Bila pada saat ijtimak kedudukan Matahari dekat dengan titik simpul orbit Bulan mengelilingi Bumi dan memenuhi persaratan gerhana maka akan terjadi gerhana Matahari. Jadi tidak semua konjungsi terjadi fenomena gerhana Matahari. Fenomena ijtimak merupakan fenomena geosentrik (acuan pusat Bumi, Bulan dan Matahari) sedang fenomena gerhana Matahari merupakan fenomena toposentrik (acuan pada permukaan Bumi) sehingga terdapat perbedaan waktu pada momen pertengahan gerhana Matahari dengan momen ijtimak. Tahun 2014 terdapat fenomena gerhana Matahari pada Gerhana Matahari Cincin (GMC), GMC 29 April 2014 merupakan Gerhana Matahari ke 21 dari 75 gerhana dalam seri Saros 148. GMC 29 April 2014 bertepatan dengan ijtimak akhir Jumadil Akhir 1435 H yaitu pada hari Selasa tanggal 29 April 2014 pada jam 13:14 wib. Berikutnya adalah gerhana Matahari Sebagian/Parsial (GMS), GMS 23-24 Oktober 2014 merupakan Gerhana Matahari ke 9 dari 70 gerhana dalam seri Saros 153. GMS 23-24 Oktober 2014 bertepatan dengan ijtimak akhir Dzulhijjah 1435 H yang akan berlangsung pada hari Jum'at tanggal 24 Oktober 2014 jam 04:57 wib. Namun gerhana Matahari akhir Dzulhijjah 1435 H tersebut tidak bisa disaksikan dari wilayah Indonesia.

Posisi Bulan Penentuan Awal Bulan Ramadan 1435 H
Sebelum awal bulan Ramadan 1435 H di dahului dengan fenomena konjungsi akhir Sya'ban. Ijtimak akhir Sya'ban 1435 H berlangsung pada hari Jum'at 27 Juni 2014 jam 15:10 wib. Tinggi Bulan saat Matahari terbenam pada tanggal 27 Juni 2014 di wilayah Indonesia (antara + 1 dan -1 derajat) kurang dari 2 derajat, misalnya di Pelabuhan Ratu adalah minus – 0ยบ 2′ 56".3; dalam kondisi semacam ini mustahil untuk bisa berhasil mengamati hilal walaupun langit cerah. Selain itu, kedudukan Bulan pada saat Matahari terbenam 27 Juni 2014 tersebut belum memenuhi persyaratan kriteria bersama/kesepakatan regional 2-3-8. Jadi bulan Sya'ban 1435 diistikmalkan, kemungkinan 1 Ramadan 1435 H jatuh pada tanggal 28 Juni 2014 setelah maghrib, awal shalat tarawih tanggal 28 Juni 2014 dan awal shaum Ramadan 1435 H, Ahad, 29 Juni 2014. Kepastian penetapan awal Ramadan 1435 H dalam sidang itsbat Jum'at 27 Juni 2014. Insyaallah negara MABIMS secara serempak memulai shaum Ramadan 1435 H pada hari Ahad, 29 Juni 2014.

Pengamatan Hilal di Wilayah Indonesia
Partisipasi luas pengamatan hilal pada waktu sidang itsbat oleh ormas Islam, KEMENAG, lembaga pemerintah BMKG, LAPAN, Observatorium Bosscha ITB, perguruan tinggi, komunitas pemburu hilal di Indonesia sebagian memperoleh fasilitas streaming KOMINFO dan sekaligus juga menjadi masukan dalam sidang itsbat KEMENAG yang dipimpin oleh Menteri Agama RI. Selain itu pengamatan hilal di wilayah Indonesia merupakan upaya yang serius dalam upaya penyatuan kalendar Islam. Pengamatan hilal sesudah itsbat awal Bulan juga masih diperlukan untuk memperoleh informasi ilmiah tentang hilal. Informasi ilmiah pengamatan hilal penting untuk merumuskan kriteria visibilitas fisik hilal yang pada akhirnya memantapkan posisi kalendar Islam dari perspektif Syariah dan sains hilal. Pengamatan sabit Bulan atau hilal pada siang hari diperlukan untuk mengembangkan teknik pengamatan hilal yang lebih baik dan memahami karakteristik serapan angkasa Bumi terhadap pelemahan sabit Bulan yang berada di dekat horison/ufuk barat. Sumber:nationalgeographic 


Selamat Menunaikan Ibadah Shaum 1435H